Senin, 04 Januari 2010

KEINDAHAN BUDAYA DIPOLITISIR PAHAM GLOBALISASI


Memang sekarang arus globalisasi Dunia tak terbendung lagi, misalnya Arus glabolasasi Budaya sekarang ini adalah arus sistem berdasar keinginan dari mana datangnya Budaya tersebut Sistem dimaksud sangat menghawatirkan adalah Misi dan Visi yang dibawa untuk kejiwaan masa depan generasi, khususnya Bangsa Indonesia yang beridologi Pancasila,yang ruhnya Ketuhanan YME, artinya jelas bahwa kehidupan jelas dilandasi ajaran2 tuhan,atau bangsa kita sejak dulu sudah memiliki landasan hukum agama, hukum peradaban bangsa yang beradab, hukum bermasyarakat saling menghargai, saling menghormati, dan lain - lain.

Di dalam globalisasi budaya sekarang elastisasi politis Budaya bermuatan rangsangan dan pesona yang secara halus menjebak kejiwaan manusia bahkan diam-diam dan pelan-pelan menjadi benturan (contrary) pada aqidah agama misalnya seperti tari telanjang, tari erotic, fhoto-fhoto erotic dan tata cara berbusana dengan sengaja menampakkan daerah yang dilarang oleh adat istiadat bangsa dan agama.

Kelompok yang menyukai pesona tersebut menyebut Seni bahkan Keindahan penampilan, sebenarnya anggapan tersebut mereka buta akan prinsif dan subtansi seni, buta memahami akan tujuan seni, buta akan makna manusia yang beradab berbudi daya, buta jiwa mendidik (edukatif down) dalam seni atau kesenian, karena apa, seni dan kesenian bagian yang erat dalam budaya dan kepercayaan/ agama. Dan jelas anggapan yang menyukai rangsangan tersebut kehilangan Budaya Manusia yang beradab.

Di Era globalisasi sekarang ini para kiayi penda’wah, Budayawan Islam untuk menumbuh kembangkan spiritual commitment berdasar imtaq baik di madrasah, di surau atau masjid serta majlis ta’lim dan disetiap pertemuan budaya jangan putus-putusnya meinformasikannya, Khususnya bagi generasi muda Islam Indonesia, dan jangan lupa kita adalah kelompok masyarakat yaitu kumpulan manusia, dan memang manusia memiliki sifat Labil (berubah-rubah) manusia serba kekurangan hilaf dan lupa, kekurangan itulah alam kekosongan pekat dalam diri manusia yang cepat dimasuki oleh godaan-godaan negatif yang sebenarnya tidak disadarinya.

Jadi sebagai umat beragama memiliki landasan hukum agama, Khususs Generasi Muda Islam yakinlahberdasar keimanan, yaitu keindahannya terdapat dalam keTauhitan (Spiritual Commitment) dan Allah berfirman;

”Dan ikutilah sebaik baik apa yang Telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu (Allah) sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya.” (QS. Az Zumar 55)

ISLAM MENDIDIK MENCIPTAKAN KARYA YANG INDAH UNTUK KEMASLATAN MANUSIA


Allah SWT menciptakan Alam berserta isinya karena Allah SWT suka akan keindahan, keistimewaan sifat Allah menyatakan dalam Al Qur’an :

Sesungguhnya Aku (Allah) sangat suka dengan keindahan, ”Innallaha jamiilun Yuhibbul Jamaal”.

Kotor dan rusaknya Alam, serta tidak indahnya alam banyak sekarang ini manusia sudah melanggar aqidah-aqidah yang seharusnya agar alam ini Lestari, subur dan ramah terhadap manusianya. Ini karena karya, tingkah laku, adab manusia itu sendiri tidak ramah, sudah lupa rasa memiliki, rasa bertanggung jawab baik terhadap alam tempat kehidupannya sendiri, artinya kehilangan rasa terima kasih terhadap Allah SWT yang menciptakan alam berserta isinya. Dalam kesimpulan yang dipetik dari beberapa sudut pandang menciptakan karya seni yang indah adalah:

  • Keindahan seni adalah subtansi yang memberikan konstrubusi dan pencerahan yang unik di dalam kehidupan di dunia.
  • Karya seni adalah penjelmaan indrawi dari gejala koqnitif maupun gejala sensitif.
  • Keindahan dalam karya seni bagian sifat sifat dan daya – daya objek yang dilihat oleh subjek.
  • Keindahan sebagai darma imperatip moral untuk menuju kesejahteraan, kebahagian bersama
  • Karya seni adalah bentuk, bentuk seni kreatif adalah penggalian keindahan tak bertepi, diaplikasi lewat komprehensip indrawi dan karyapun unik dan menjadi hal baru menuju Ilahiah.
  • Keindahan adalah Rahmat Allah bagi orang yang beriman , dipikirkan , digali, diamalkan untuk mencapai pencerahan ridhoNya
  • Keindahan Manusia di depan allah SWT adalah manusia diciptakanNya sebagai Khalifah di bumi, sebagai pemimpin, melaksanakan Amanah menuju Ridho Allah, artinya tidak ada istilah masyarakat kecil, masyarakat menengah, masyarakat kelas atas atau masyarakat darah biru, selama manusia itu sendiri mampu menciptakan dan menghidupkan kebesaran jiwa menuju ridho Allah dan menyadari kekuasaan serta kasih sayangNYA, itulah budi daya pemimpin spiritual dalam dunia berdasar
  • Karya Allah Yang Paling Indah pada Manusia menciptakan Wajah manusia ada mata dapat melihat ada telinga dapat mendengar ada lidah untuk mengcap (masin, manis, dll)Ada hidung untuk bernapas ada otak untuk bepikir ada paras yang elok. Karya aAllah SWT harus di Implemtasikan untuk apa manusia hidup, untuk apa manusia berkarya. .

Bismillahir Rahman Nirrahim

Wailallahi turjau’l umur. Dan kepada Allah jualah segala perkara di kembalikan (QS.Ali Imran 109).

Ingat!! Negeri ini sudah berapa kali Banjir, Gempa, gelombang shunami, kebakaran, kekeringan, tanpa memberi salam lebih dulu tanpa kita sadari sebelumnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar